
Palangka Raya, Akademi Kebidanan Betang Asi Raya resmi melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat struktural periode 2025-2029 di Ballroom Luwansa Hotel Palangka Raya.(06/11)
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Medika Nusantara Semesta selaku Badan Penyelenggara Akademi Kebidanan Betang Asi Raya, Hj. Eko Susilowati, dan dihadiri oleh seluruh sivitas akademika.
Acara pelantikan turut dihadiri sejumlah tamu undangan penting, antara lain Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Wali Kota Palangka Raya yang diwakili pejabat Pemerintah Kota, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah LLDIKTI XI, Kepala Puskesmas, perwakilan Rumah Sakit, Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PDIBI), serta para Kepala Sekolah Menengah Kejuruan dan SMA di Kota Palangka Raya.
Susunan Pejabat Struktural Periode 2025-2029:
- Direktur: Fitriani Ningsih, S.ST., M.Kes
- Wakil Direktur I Bidang Akademik: Lensi Natalia Tambunan, S.ST., M.Kes
- Wakil Direktur II Bidang Non Akademik: Sefentina Agustin, M.Tr.Keb
Dalam sambutannya, Direktur Akademi Kebidanan Betang Asi Raya yang baru dilantik, Fitriani Ningsih, S.ST., M.Kes, menyampaikan bahwa kepemimpinan periode 2025-2029 akan berfokus pada penguatan tata kelola akademik, peningkatan mutu pembelajaran, digitalisasi sistem manajemen, serta peningkatan layanan bagi mahasiswa dan stakeholder.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan momentum untuk mempercepat transformasi institusi menuju perguruan tinggi vokasi kesehatan yang bermutu dan unggul. Memasuki periode kepemimpinan 2025-2029, izinkan saya menyampaikan visi singkat kami, yaitu mewujudkan Akademi Kebidanan Betang Asi Raya yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter pelayanan dalam semangat Betang,” ungkap Direktur yang baru.
Selain menjadi momentum penyegaran kepemimpinan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi dan mitra eksternal, baik dari sektor pendidikan, kesehatan, maupun pemerintahan, guna membangun sinergi yang lebih erat dalam pengembangan pendidikan kebidanan, penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat. (HUMAS/IVN)
